Sunday, April 12, 2009

Fenomena Facebook setelah Friendster

Akhir-akhir ini orang-orang pada asyik nyeritain facebook. Di mall nyebut-nyebut facebook, di kantor saling sapa trus ngobrolin facebook, lagi asyik bercanda ngambilnya bahan uploadan dari facebook. Mulai dari jualan, iklan, cari pacar, cari kenalan, semua lewat facebook. Ga hanya sampai disitu, para caleg pun berusahan menjaring pemilih lewat facebook. Bahkan ada juga yang menggunakan metode black campaign dengan cara menjelek-jelekkan (apa emang udah jelek ya?) saingan lewat facebook.
Demam facebook akhir2 ini sedang mewabah, mirip jamur di musim hujan. Terutama di kalangan temen2 sekerja saya, dan akhirnya saya pun ikut-ikutan ketularan wabah facebook. Hehehe... asal ga ketularan wabah penyakit aja.
Anyway, fenomena kaya gini biasa terjadi dimana2, dulu friendster pernah menduduki peringkat 1 laman paling banyak digunakan di Indonesia dibandingkan media pertemanan sejenis. Dan siapa tau, facebook bisa mengungguli popularitas friendster, dan bahkan ada pengguna friendster yang dengan terang-terangan mengkampanyekan (taelah, mentang2 musim pemilu) untuk meninggalkan friendster.
Tapi dibalik itu, ada pihak-pihak tertentu yang (mungkin) nggak begitu suka dengan kesuksesan facebook, terbukti dengan adanya email yang baru-baru ini saya terima yang isinya menyatakan bahwa keuntungan dari facebook digunakan untuk mendanai perang di Gaza. Soal kebenaran dari email ini jujur saja saya tidak tau, apakah hanya hoax atau memang benar? Soalnya ga ada waktu banyak untuk menelusuri kebenarannya, hehehe...
Terlepas soal benar tidaknya kabar tersebut, mau tidak mau harus kita akui bahwa Indonesia sebagai negara yang mulai belajar untuk melek teknologi paling tidak jadi mengerti sedikit tentang internet. Harapan saya hanyalah agar kita bisa memanfaatkan media seperti ini sebaik-baiknya dan tidak menggunakannya untuk hal-hal yang dapat merugikan semua pihak. Ada baiknya jika digunakan sebagai media pembelajaran dan silaturahim sesama teman dan sesama umat manusia (wahahaha...ketinggian bahasanya).
Anyway, semoga berita email itu cuma hoax semata, so kita masih tetap bisa menikmati facebook tanpa ada rasa bersalah.


Saturday, April 11, 2009

Hati Sunyi

Seperti juga manusia lainnya, aku bisa kecewa. Dan juga seperti adanya kejadian-kejadian sebelum ini, aku kecewa. Kadang lelah menekuri setiap kekecewaan ini, entah bagaimana mengatasinya. Tapi terkadang aku berfikir, kala aku sudah sendiri, bahwa kekecewaan itu harus kuterima apa adanya. Mungkin saja ini salah satu jalan yang ditunjukkan Allah SWT untukku agar aku bisa lebih menerima kenyataan, agar aku bisa lebih dewasa menghadapi segala sesuatu didunia, agar aku tahu saatnya berhenti karena apa yang kulakukan ternyata sia-sia belaka.
Terkadang aku merasa tak adil, karena kekecewaan yang kurasakan dikarenakan oleh orang lain, dan bukan karena kesalahanku sendiri. Ingin marah, sedih dan kadang ingin pergi begitu saja meninggalkan semuanya. Tapi aku tak bisa.
Rasa itu hanya bisa disimpan didada, mengkristal sedikit demi sedikit, membentuk stalaktit dan stalakmit seperti di dalam gua yang dingin. Membeku, tajam, dan mematikan.
Aku takut, hatiku jadi membeku seperti gua yang dalam, dingin dan sunyi.
Aku resah sendiri, meski ada beberapa orang yang menyayangiku, tapi ada bagian dari hatiku yang tak tersentuh oleh mereka, hati yang sunyi, sepi dan dingin, seperti gua.
Aku cintai kesendirianku, ketika aku tak lagi memiliki senyum untuk kubagikan pada orang lain. Tak ada waktu, tak ada tempat, tak ada masa, tak ada jiwa.
Kosong, melebihi ruang hampa udara.
Seperti tubuh tak berjiwa, mungkin hanya mayat yang berjalan. Tapi ada satu emosi tersisa, amarah yang datang dari rasa kecewa. Amarah yang perlahan surut karena aku lelah, dan karena tak ada lagi ruang untuk menyimpan amarah itu. Perlahan luruh, jatuh masuk semakin jauh ke kedalaman gua yang gulita.
Terkubur bersama sampah-sampah jiwa yang ingin kulupakan.
Setelah itu, aku akan mencoba kembali tersenyum, meski tak ada yang menerima senyumku lagi. Dan aku harus siap, untuk menerima kekecewaan baru lagi.

Friday, April 3, 2009

Bosaaaaan

Udah 3 hari balik ke kanwil, tapi ga ada hal yang kukerjain selain datang, sarapan, ngenet bentar klo dapet pinjaman komputer, baca komik, istirahat cabut dari kantor, trus pulang. Hah.... bete banget, ga kaya di kpp pontianak kemarin. Selalu ada kerjaan, klo pas sipmodnya eror yah sempatlah main game bentar. Klo udah beres kerjaan pas malam trus makan bareng sama temen2. Ga ngebosenin kaya disini deh, mana sepi banget disini.
Sejujurnya sih, aku lebih suka di kpp, biarpun kerjaan numpuk segunung-gunung tapi ga bosenin. Selalu bisa dapet solusi untuk tiap masalah. Suasana kerja juga asyik banget, orang-orangnya ceria dan ga bosenin. Disini capek, dengerin gosip soal si A yang sibuk cari muka sama atasan ato si B yang berantem sama si C karena hal-hal yang ga semestinya diributin. Bisa tambah tua....
Anyway, bisa ngenet sih di kanwil, klo di kpp bisanya malam doang, di kamar kos yang sunyi. Wahahaha..... trus bisa nulis lagi di blog. Hmmm... adaide apa lagi ya....

Konnichiwa

Yuk, belajar nulis, nulis apa aja yg penting asyik en nyenengin buat dibaca, klo bisa yg informatif juga, nah loh, klo ada tulisan di blog saya ini boleh di copy kok, tapi atas seijin saya yah.....