Wednesday, July 1, 2009

Valentine's Day for Muslim, Yes or No?

Sebelum membaca post saya ini saya mohon maaf kepada semua pihak apabila ada yang merasa tidak nyaman atau dirugikan.

Valentine? Siapa yang ga tau… Begitu para ABG ato kaum muda di Indonesia jika ditanya. Valentine itu hari kasih sayang, jadi saatnya buat nyataain perasaan kita sama orang yang kita sayang atau suka. Ada juga yang berpendapat kalau valentine itu ajang untuk sekedar tukar-tukaran kado. Ada juga yang ingin mencari pasangan.
Tapiiii…. pernah nggak sih bertanya atau mencari tau, gimana valentine itu bisa diperingati orang sedunia, baik kristen atau muslim, bahkan agama-agama lainnya?
Dulu sih pernah baca di salah satu tabloid yang menceritakan tentang sejarah valentine tapi sekarang lupa-lupa ingat. Akhirnya cari-cari deh di om google tentang sejarah valentine, gini ceritanya….

SEJARAH VALENTINE DAY

Natal,Happy New Year, April Mop, Hallowen: So What?” (Rizki Ridyasmara, PusakaAlkautsar, 2005), sejarah Valentine Day dikupas secara detil. Inilah salinannya:Sesungguhnya, belum ada kesepakatan final di antara para sejarawan tentang apa yang sebenarnya terjadi yang kemudian diperingati sebagai hari Valentine. Dalam buku ‘Valentine Day, Ada banyak versi tentang asal dari perayaan Hari Valentine ini. Yang paling populer memang kisah dari Santo Valentinus yang diyakini hidup pada masa Kaisar Claudius II yang kemudian menemui ajal pada tanggal 14 Februari 269 M. Namun ini pun ada beberapa versi. Yang jelas dan tidak memiliki silang pendapat adalah kalau kita menelisik lebih jauh lagi ke dalam tradisi paganisme (dewa-dewi) Romawi Kuno, sesuatu yang dipenuhi dengan legenda, mitos, dan penyembahan berhala.

Menurut pandangan tradisi Roma Kuno, pertengahan bulan Februari memang sudah dikenal sebagai periode cinta dan kesuburan. Dalam tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari disebut sebagai bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.

Di Roma kuno, 15 Februari dikenal sebagai hari raya Lupercalia, yang merujuk kepada nama salah satu dewa bernama Lupercus, sang dewa kesuburan. Dewa ini digambarkan sebagai laki-laki yang setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing.

Di zaman Roma Kuno, para pendeta tiap tanggal 15 Februari akan melakukan ritual penyembahan kepada Dewa Lupercus dengan mempersembahkan korban berupa kambing kepada sang dewa. Setelah itu mereka minum anggur dan akan lari-lari di jalan-jalan dalam kota Roma sambil membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Para perempuan muda akan berebut untuk disentuh kulit kambing itu karena mereka percaya bahwa sentuhan kulit kambing tersebut akan bisa mendatangkan kesuburan bagi mereka. Sesuatu yang sangat dibanggakan di Roma kala itu.

Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno yang berlangsung antara tanggal 13-18 Februari, di mana pada tanggal 15 Februari mencapai puncaknya. Dua hari pertama (13-14 Februari), dipersembahkan untuk dewi cinta (Queen of Feverish Love) bernama Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda berkumpul dan mengundi nama-nama gadis di dalam sebuah kotak. Lalu setiap pemuda dipersilakan mengambil nama secara acak. Gadis yang namanya ke luar harus menjadi kekasihnya selama setahun penuh untuk bersenang-senang dan menjadi obyek hiburan sang pemuda yang memilihnya. Keesokan harinya, 15 Februari, mereka ke kuil untuk meminta perlindungan Dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara ini, para lelaki muda melecut gadis-gadis dengan kulit binatang. Para perempuan itu berebutan untuk bisa mendapat lecutan karena menganggap bahwa kian banyak mendapat lecutan maka mereka akan bertambah cantik dan subur.

Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara paganisme (berhala) ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani. Antara lain mereka mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I.

Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati Santo Valentine yang kebetulan meninggal pada tanggal 14 Februari.

Tentang siapa sesungguhnya Santo Valentinus sendiri, seperti telah disinggung di muka, para sejarawan masih berbeda pendapat. Saat ini sekurangnya ada tiga nama Valentine yang meninggal pada 14 Februari. Seorang di antaranya dilukiskan sebagai orang yang mati pada masa Romawi. Namun ini pun tidak pernah ada penjelasan yang detil siapa sesungguhnya “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.

Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II yang memerintahkan Kerajaan Roma berang dan memerintahkan agar menangkap dan memenjarakan Santo Valentine karena ia dengan berani menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih, sembari menolak menyembah tuhan-tuhannya orang Romawi. Orang-orang yang bersimpati pada Santo Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.

Versi kedua menceritakan, Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat di dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Sebab itu kaisar lalu melarang para pemuda yang menjadi tentara untuk menikah. Tindakan kaisar ini diam-diam mendapat tentangan dari Santo Valentine dan ia secara diam-diam pula menikahkan banyak pemuda hingga ia ketahuan dan ditangkap. Kaisar Cladius memutuskan hukuman gantung bagi Santo Valentine. Eksekusi dilakukan pada tanggal 14 Februari 269 M.

Versi Ketiga menceritakan, Valentine adalah nama seseorang pemimpin agama Katolik yang telah dianggap menjadi martir ?Islam : Syuhada- oleh orang-orang Kristen (katolik) dan Valentine telah diberi gelar sebagai orang suci (Santo) oleh orang-orang Kristen.

Kisahnya bermula ketika raja Claudius II (268 - 270 M) mempunyai kebijakan yang melarang prajurit-prajurit-nya untuk menikah. Menurut raja Claudius II, bahwa dengan tidak menikah maka para prajurit akan agresif dan potensial dalam berperang.

Kebijakan ini ditentang oleh Santo Valentine dan Santo Marius, mereka berdua secara diam-diam tetap menikahkan para parujurit dan muda-mudi, lama-kelamaan tindakan mereka diketahui oleh raja Claudius, sang rajapun marah dan memutuskan untuk memberikan sangsi kepada Valentine dan santo Marius yaitu berupa hukuman mati.

Sebelum dihukum mati, Santo Valentine dan Santo Marius dipenjarakan dahulu,dalam penjara Valentine berkenalan dengan seorang gadis anak sipir penjara, kemudian gadis ini setia menjenguk valentine hingga menjelang kematian Valentine. Sebelum Valentine dihukum mati, Valentine masih sempat menulis pesan kepada gadis kenalannya, yang isinya :

‘ From Your Valentine ‘

Setelah kematian Santo Valentine dan Santo Marius, orang-orang selalu mengingat kedua santo tersebut dan merayakannya sebagai bentuk ekspresi cinta kasih Valentine, dua-ratus tahun kemudian yaitu tahun 496 Masehi setelah kematian Santo Valentine dan Santo Marius, Paus Galasius meresmikan tanggal 14 Pebruari 496 sebagai hari Velentine.

Itulah sejarah hari Valentine yang ternyata untuk mengenang dan memperingati dua orang suci Kristen Katolik yang mengorbankan jiwanya demi kasih sayang.

TRADISI KIRIM KARTU

Selain itu, tradisi mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan Santo Valentine. Pada tahun 1415 M, ketika Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St. Valentine tanggal 14 Februari, ia mengirim puisi kepada isterinya di Perancis.

Oleh Geoffrey Chaucer, penyair Inggris, peristiwa itu dikaitkannya dengan musim kawin burung-burung dalam puisinya.

Lantas, bagaimana dengan ucapan “Be My Valentine?” yang sampai sekarang masih saja terdapat di banyak kartu ucapan atau dinyatakan langsung oleh pasangannya masing-masing? Ken Sweiger mengatakan kata “Valentine” berasal dari bahasa Latin yang mempunyai persamaan dengan arti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat, dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini sebenarnya pada zaman Romawi Kuno ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi.

Disadari atau tidak, demikian Sweiger, jika seseorang meminta orang lain atau pasangannya menjadi “To be my Valentine?”, maka dengan hal itu sesungguhnya kita telah terang-terangan melakukan suatu perbuatan yang dimurkai Tuhan, istilah Sweiger, karena meminta seseorang menjadi “Sang Maha Kuasa” dan hal itu sama saja dengan upaya menghidupkan kembali budaya pemujaan kepada berhala.

Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi atau lelaki rupawan setengah telanjang yang bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “the hunter” dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia begitu rupawan sehingga diburu banyak perempuan bahkan dikisahkan bahwa ibu kandungnya sendiri pun tertarik sehingga melakukan incest dengan anak kandungnya itu!

Silang sengketa siapa sesungguhnya Santo Valentine sendiri juga terjadi di dalam Gereja Katolik sendiri. Menurut gereja Katolik seperti yang ditulis dalam The Catholic Encyclopedia (1908), nama Santo Valentinus paling tidak merujuk pada tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda, yakni: seorang pastur di Roma, seorang uskup Interamna (modern Terni), dan seorang martir di provinsi Romawi Afrika. Koneksi antara ketiga martir ini dengan Hari Valentine juga tidak
jelas.

Bahkan Paus Gelasius II, pada tahun 496 menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui secara pasti mengenai martir-martir ini, walau demikian Gelasius II tetap menyatakan tanggal 14 Februari tiap tahun sebagai hari raya peringatan Santo Valentinus.

Ada yang mengatakan, Paus Gelasius II sengaja menetapkan hal ini untuk menandingi hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.

Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus di Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Jenazah itu kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836.

Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi di dalam gereja. Pada hari itu, sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta. Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 dengan alasan sebagai bagian dari sebuah usaha gereja yang lebih luas untuk menghapus santo dan santa yang asal-muasalnya tidak bisa dipertanggungjawabkan karena hanya berdasarkan mitos atau legenda. Namun walau demikian, misa ini sampai sekarang masih dirayakan oleh kelompok-kelompok gereja tertentu.

Jelas sudah, Hari Valentine sesungguhnya berasal dari mitos dan legenda zaman Romawi Kuno di mana masih berlaku kepercayaan paganisme (penyembahan berhala). Gereja Katolik sendiri tidak bisa menyepakati siapa sesungguhnya Santo Valentine yang dianggap menjadi martir pada tanggal 14 Februari. Walau demikian, perayaan ini pernah diperingati secara resmi Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia dan dilarang secara resmi pada tahun 1969. Beberapa kelompok gereja Katolik masih menyelenggarakan peringatan ini tiap tahunnya.

PESTA KEMAKSIATAN

Christendom adalah sebutan lain untuk tanah-tanah atau negeri-negeri Kristen di Barat. Awalnya hanya merujuk pada daratan Kristen Eropa seperti Inggris, Perancis, Belanda, Jerman, dan sebagainya, namun dewasa ini juga merambah ke daratan Amerika.

Orang biasanya mengira perayaan Hari Valentine berasal dari Amerika. Namun sejarah menyatakan bahwa perayaan Hari Valentine sesungguhnya berasal dari Inggris. Di abad ke-19, Kerajaan Inggris masih menjajah wilayah Amerika Utara. Kebudayaan Kerajaan inggris ini kemudian diimpor oleh daerah koloninya di Amerika Utara.

Di Amerika, kartu Valentine pertama yang diproduksi secara massal dicetak setelah tahun 1847 oleh Esther A. Howland (1828 – 1904) dari Worcester, Massachusetts. Ayahnya memiliki sebuah toko buku dan toko peralatan kantor yang besar. Mr. Howland mendapat ilham untuk memproduksi kartu di Amerika dari sebuah kartu Valentine Inggris yang ia terima. Upayanya ini kemudian diikuti oleh pengusaha-pengusaha lainnya hingga kini.

Sejak tahun 2001, The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) tiap tahun mengeluarkan penghargaan “Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary” kepada perusahaan pencetak kartu terbaik.

Sejak Howland memproduksi kartu ucapan Happy Valentine di Amerika, produksi kartu dibuat secara massal di selutuh dunia. The Greeting Card Association memperkirakan bahwa di seluruh dunia, sekitar satu milyar kartu Valentine dikirimkan per tahun. Ini adalah hari raya terbesar kedua setelah Natal dan Tahun Baru (Merry Christmast and The Happy New Year), di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama juga memperkirakan bahwa para perempuanlah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.

Mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu di Amerika mengalami diversifikasi. Kartu ucapan yang tadinya memegang titik sentral, sekarang hanya sebagai pengiring dari hadiah yang lebih besar. Hal ini sering dilakukan pria kepada perempuan. Hadiah-hadiahnya bisa berupa bunga mawar dan coklat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan kepada perempuan pilihan.

Di Amerika Serikat dan beberapa negara Barat, sebuah kencan pada hari Valentine sering ditafsirkan sebagai permulaan dari suatu hubungan yang serius. Ini membuat perayaan Valentine di sana lebih bersifat ‘dating’ yang sering di akhiri dengan tidur bareng (perzinaan) ketimbang pengungkapan rasa kasih sayang dari anak ke orangtua, ke guru, dan sebagainya yang tulus dan tidak disertai kontak fisik. Inilah sesungguhnya esensi dari Valentine Day.

Perayaan Valentine Day di negara-negara Barat umumnya dipersepsikan sebagai hari di mana pasangan-pasangan kencan boleh melakukan apa saja, sesuatu yang lumrah di negara-negara Barat, sepanjang malam itu. Malah di berbagai hotel diselenggarakan aneka lomba dan acara yang berakhir di masing-masing kamar yang diisi sepasang manusia berlainan jenis. Ini yang dianggap wajar, belum lagi party-party yang lebih bersifat tertutup dan menjijikan.

PANDANGAN ISLAM TENTANG VALENTINE

Dari uraian sejarah Valentine dan hubungannya dengan peradaban Barat saat ini dapat diringkas bahwa Valentine merupakan :

1. Ritual yang bersumber dari Kristen yang dikukuhkan oleh Paus Galasius untuk

a. Ritual yang bersumber dari Kristen yang dikukuhkan oleh Paus Galasius untuk

b. Ritual orang-orang Romawi kuno yang pagan (penyembah berhala) untuk memperingati dewi Juno yaitu ratu dari segala dewa-dewi bagi perempuan dan perkawinan (dewi cinta).

c. Ritual bangsa Eropa pada abad pertengahan untuk mencari jodoh.

d. Media Barat untuk mengkokohkan cengkraman peradaban Barat.,


Dari keempat jatidiri Valentine tersebut, tidak satupun yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam, alasannya :

Pertama, Valentine merupakan ritual keagamaan yaitu agama Kristen, sehingga Valentine merupakan ibadah bagi agama Kristen, bukti bahwa Valentine sebagai ritual agama Kristen adalah ritual Valentine tersebut dikukuhkan oleh seorang Paus yaitu Paus Galasius untuk memperingati dua orang yang diberi gelar orang suci oleh orang-orang Kristen. Bagi Muslim mengikuti Valentine tersebut adalah sama dengan mengikuti peribadatan orang Kristen, di samping itu ada bahaya yang lain yaitu sinkretisasi antara agama Islam dan Kristen, Allah I telah memerintahkan kita untuk tidak mencampuradukkan ajaran agama Islam dengan ajaran agama manapun termasuk Kristen :
Bagimu agamamu, bagiku agamaku. QS. 109:1-6

Kedua, Valentine untuk memperingati/memuja dewi Juno adalah ritual yang dilakukan oleh orang-orang romawi Kuno yang menyembah berhala/dewa, sehingga mengikuti ritual ini dapat bernilai kesyirikan seperti yang dilakukan oleh orang-orang Romawi Kuno yang menyembah berhala.
Bedakan diri kalian dari orang-orang Musyrik. HR. Bukhari-Muslim

Ketiga, Valentine sebagai sarana untuk mencari jodoh oleh orang-orang Eropa, mereka bertahayul bahwa kasih sayang akan mulai bersemi pada tanggal 14 Pebruari, tahayul adalah salah satu bentuk kesyirikan, sehingga haram hukumnya bagi umat Islam untuk mengikutinya.

Keempat, Valentine sebagai media barat telah diakui daya rusaknya terhadap tatanan masyarakat timur apalagi Islam, mengiktui Valentine bukan saja sekedar pesta untuk menyatakan kasih sayang, tetapi juga pesta yang mau-tidak-mau harus mengikutkan budaya yang lainnya, pergaulan bebas, fashion, pakaian minim, ciuman antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya, hidup glamour, materialistis, dansa-dansa, mengumbar nafsu dan lain-lain.
Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, ia akan termasuk golongan mereka. HR. Ahmad

Tidak dapat dipungkiri lagi, Valentine adalah salah satu pintu masuk untuk menjadi sama dengan mereka.

Dari berbagai sumber…

Jadi….. Setelah membaca sejarah valentine yang SANGAT JELAS menyatakan bahwa itu adalah tradisi pengikut kristiani dan bahkan paganisme, apakah kita sebagai orang muslim masih berminat untuk merayakan hari valentine?
Apakah tidak lebih baik jika kita merayakan hari-hari besar agama kita sendiri yang akhir-akhir ini semakin jarang kita dengar gaungnya?

So, kaum muda islam… jangan sekedar ikut-ikutan dunk kalau ngga tau asal usulnya. Mendingan ngerayain yang sah-sah aja. Nggak ngerayain valentine nggak berarti ga gaul kan?

Soal kasih sayang, bukankah agama kita juga mengajarkan tentang kasih sayang yang begitu besar? So tiap hari kita udah ngerayain hari kasih sayang kita sendiri….

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. QS. 17:36

Peace… Ga berniat mendiskreditkan pihak-pihak tertentu, hanya ingin menambah wawasan untuk sesama kaum muslim azah…


First release: 14 Feb 2008 in http://bluestarlely.blog.friendster.com/2008/02/valentines-day-for-muslim-yes-or-no/

Waktu dalam Kenangan

Waktu dalam kenangan, berlari bersama tiada henti. Entah mengapa kenanganku kembali pada masa ketika aku masih duduk di bangku SD kelas dua.

Aku pergi ke sekolah seperti biasanya. Jam tujuh pagi sudah masuk kelas dan jam setengah sembilan ada waktu istirahat sampai lima belas menit untuk kemudian masuk jam berikutnya dan jam sebelas waktu sekolah berakhir.

Jam istirahat datang, perutku terasa lapar. Semua teman-temanku segera berhamburan dari kelas dan menuju warung-warung yang ada di sekitar sekolah, mereka segera sibuk berebutan mau membeli makanan atau minuman. Aku terdiam dan sadar kalau aku tidak punya uang jajan.

Sementara perutku terus berbunyi, akhirnya kuputuskan untuk pulang ke rumah dan meminta uang jajan sama emak barang dua puluh lima rupiah saja. Akhirnya aku pun berlari dengan kencang ke rumahku yang tak begitu jauh dari sekolah, kira-kira berjalan kaki membutuhkan waktu tujuh menit, tetapi karena aku berlari maka tak sampai lima menit aku sudah sampai di rumah. Aku segera berlari ke dalam rumah tanpa melepas sepatuku dan berteriak memanggil emakku.

“Maak…minta uang mak…” begitu kataku saat kulihat emak keluar dari kamar mandi, masih memakai handuk dengan punggung yang masih sedikit basah.

“Yah, emak nggak punya uang Ly,” kata emak sambil menatapku sedih. “Tapi coba cari di laci-laci mesin jahit emak, siapa tahu ada,” kata emak demi melihat wajahku yang kecewa.

Akupun mulai sibuk membongkar laci-laci kecil yang dipenuhi gulungan benang dan kain perca itu, tapi tak kutemukan sesepun uang logam.

“Mungkin kemarin sudah emak pakai buat belanja,” kata emak.

Aku terdiam, perutku kembali terasa kerocongan.

“Nggak ada nasi sisa semalam kah mak?” tanyaku.

“Nggak ada…” emak menjawab dengan suara yang terasa sangat sedih, lebih sedih dari aku yang sedang kelaparan.

“Ya sudah kalau gitu, Ly ke sekolah lagi mak” kataku dan segera berlari kembali ke sekolah karena takut terlambat kalau aku berlama-lama dirumah.

Aku berlari cepat, namun dari belakang aku merasakan tatapan pedih yang teramat sangat, tetapi saat itu jiwa kecilku tak begitu mengerti arti kesedihan hati orang tuaku.

Aku kembali ke sekolah dan bertemu dengan seorang temanku. “Dari mana Lel?” tanyanya.

“Aku tadi pulang sebentar” jawabku. Kulihat dia tengah memegang bungkusan plastik makanan kecil yang sudah dibuka.

“Eh, mau nggak, aku sudah kenyang,” katanya sambil mengangsurkan bungkusan plastik ditangannya padaku. Aku termangu, kulihat isinya masih banyak, sepertinya baru dimakan sedikit.

“Aku tadi udah kenyang tapi terlanjur beli, sayang kalo nggak diabisin,” sambungnya lagi melihat aku bengong.

Akhirnya aku mengangguk sambil menyambut bungkusan itu. Lumayan, perutku sudah tidak terasa terlalu lapar lagi, dan tak lama kemudian lonceng dipukul dengan keras, tanda waktu masuk kelas.

Jam setengah dua belas aku sampai di rumah. Emak memanggilku dan langsung menyuruhku makan siang.

“Ly, makan nak, emak sudah masak,” kata emakku.

Aku mendekat, emakku sudah mengambilkan aku sepiring nasi dengan sayur bayam dan ikan goreng kesukaanku.

“Wah, enak mak,” kataku sambil segera menyantap makananku dengan lahap. Aku sudah lupa kalau tadi pagi emak bahkan tak punya uang untuk memberi aku uang jajan.

Aku terus makan dan kemudian segera berlari keluar untuk bermain dengan teman-temanku, diikuti tatapan kasih emak yang hampir tak rela membiarkan aku berlari keluar berpanas-panasan.

Waktu itu aku tak tahu kalau paginya setelah aku berlari kembali ke sekolah emak segera pergi ke warung dan berhutang belanjaan untuk makan hari itu.

Aku tak tau dan hanya bisa berkata lapar kalau aku merasa lapar, aku hanya akan mengeluh capek atau merengek jika menginginkan sesuatu. Aku tak pernah tau bagaimana wajah emakku saat pergi ke warung untuk berhutang sayur dan lauk hari itu. Aku tak pernah tau…..


First release: 6 Januari 2008 in http://bluestarlely.blog.friendster.com/2008/01/waktu-dalam-kenangan/#comment-8

Sunday, April 12, 2009

Fenomena Facebook setelah Friendster

Akhir-akhir ini orang-orang pada asyik nyeritain facebook. Di mall nyebut-nyebut facebook, di kantor saling sapa trus ngobrolin facebook, lagi asyik bercanda ngambilnya bahan uploadan dari facebook. Mulai dari jualan, iklan, cari pacar, cari kenalan, semua lewat facebook. Ga hanya sampai disitu, para caleg pun berusahan menjaring pemilih lewat facebook. Bahkan ada juga yang menggunakan metode black campaign dengan cara menjelek-jelekkan (apa emang udah jelek ya?) saingan lewat facebook.
Demam facebook akhir2 ini sedang mewabah, mirip jamur di musim hujan. Terutama di kalangan temen2 sekerja saya, dan akhirnya saya pun ikut-ikutan ketularan wabah facebook. Hehehe... asal ga ketularan wabah penyakit aja.
Anyway, fenomena kaya gini biasa terjadi dimana2, dulu friendster pernah menduduki peringkat 1 laman paling banyak digunakan di Indonesia dibandingkan media pertemanan sejenis. Dan siapa tau, facebook bisa mengungguli popularitas friendster, dan bahkan ada pengguna friendster yang dengan terang-terangan mengkampanyekan (taelah, mentang2 musim pemilu) untuk meninggalkan friendster.
Tapi dibalik itu, ada pihak-pihak tertentu yang (mungkin) nggak begitu suka dengan kesuksesan facebook, terbukti dengan adanya email yang baru-baru ini saya terima yang isinya menyatakan bahwa keuntungan dari facebook digunakan untuk mendanai perang di Gaza. Soal kebenaran dari email ini jujur saja saya tidak tau, apakah hanya hoax atau memang benar? Soalnya ga ada waktu banyak untuk menelusuri kebenarannya, hehehe...
Terlepas soal benar tidaknya kabar tersebut, mau tidak mau harus kita akui bahwa Indonesia sebagai negara yang mulai belajar untuk melek teknologi paling tidak jadi mengerti sedikit tentang internet. Harapan saya hanyalah agar kita bisa memanfaatkan media seperti ini sebaik-baiknya dan tidak menggunakannya untuk hal-hal yang dapat merugikan semua pihak. Ada baiknya jika digunakan sebagai media pembelajaran dan silaturahim sesama teman dan sesama umat manusia (wahahaha...ketinggian bahasanya).
Anyway, semoga berita email itu cuma hoax semata, so kita masih tetap bisa menikmati facebook tanpa ada rasa bersalah.


Saturday, April 11, 2009

Hati Sunyi

Seperti juga manusia lainnya, aku bisa kecewa. Dan juga seperti adanya kejadian-kejadian sebelum ini, aku kecewa. Kadang lelah menekuri setiap kekecewaan ini, entah bagaimana mengatasinya. Tapi terkadang aku berfikir, kala aku sudah sendiri, bahwa kekecewaan itu harus kuterima apa adanya. Mungkin saja ini salah satu jalan yang ditunjukkan Allah SWT untukku agar aku bisa lebih menerima kenyataan, agar aku bisa lebih dewasa menghadapi segala sesuatu didunia, agar aku tahu saatnya berhenti karena apa yang kulakukan ternyata sia-sia belaka.
Terkadang aku merasa tak adil, karena kekecewaan yang kurasakan dikarenakan oleh orang lain, dan bukan karena kesalahanku sendiri. Ingin marah, sedih dan kadang ingin pergi begitu saja meninggalkan semuanya. Tapi aku tak bisa.
Rasa itu hanya bisa disimpan didada, mengkristal sedikit demi sedikit, membentuk stalaktit dan stalakmit seperti di dalam gua yang dingin. Membeku, tajam, dan mematikan.
Aku takut, hatiku jadi membeku seperti gua yang dalam, dingin dan sunyi.
Aku resah sendiri, meski ada beberapa orang yang menyayangiku, tapi ada bagian dari hatiku yang tak tersentuh oleh mereka, hati yang sunyi, sepi dan dingin, seperti gua.
Aku cintai kesendirianku, ketika aku tak lagi memiliki senyum untuk kubagikan pada orang lain. Tak ada waktu, tak ada tempat, tak ada masa, tak ada jiwa.
Kosong, melebihi ruang hampa udara.
Seperti tubuh tak berjiwa, mungkin hanya mayat yang berjalan. Tapi ada satu emosi tersisa, amarah yang datang dari rasa kecewa. Amarah yang perlahan surut karena aku lelah, dan karena tak ada lagi ruang untuk menyimpan amarah itu. Perlahan luruh, jatuh masuk semakin jauh ke kedalaman gua yang gulita.
Terkubur bersama sampah-sampah jiwa yang ingin kulupakan.
Setelah itu, aku akan mencoba kembali tersenyum, meski tak ada yang menerima senyumku lagi. Dan aku harus siap, untuk menerima kekecewaan baru lagi.

Friday, April 3, 2009

Bosaaaaan

Udah 3 hari balik ke kanwil, tapi ga ada hal yang kukerjain selain datang, sarapan, ngenet bentar klo dapet pinjaman komputer, baca komik, istirahat cabut dari kantor, trus pulang. Hah.... bete banget, ga kaya di kpp pontianak kemarin. Selalu ada kerjaan, klo pas sipmodnya eror yah sempatlah main game bentar. Klo udah beres kerjaan pas malam trus makan bareng sama temen2. Ga ngebosenin kaya disini deh, mana sepi banget disini.
Sejujurnya sih, aku lebih suka di kpp, biarpun kerjaan numpuk segunung-gunung tapi ga bosenin. Selalu bisa dapet solusi untuk tiap masalah. Suasana kerja juga asyik banget, orang-orangnya ceria dan ga bosenin. Disini capek, dengerin gosip soal si A yang sibuk cari muka sama atasan ato si B yang berantem sama si C karena hal-hal yang ga semestinya diributin. Bisa tambah tua....
Anyway, bisa ngenet sih di kanwil, klo di kpp bisanya malam doang, di kamar kos yang sunyi. Wahahaha..... trus bisa nulis lagi di blog. Hmmm... adaide apa lagi ya....

Konnichiwa

Yuk, belajar nulis, nulis apa aja yg penting asyik en nyenengin buat dibaca, klo bisa yg informatif juga, nah loh, klo ada tulisan di blog saya ini boleh di copy kok, tapi atas seijin saya yah.....